Alatujigeoteknik – Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang Alat Uji Sondir Digital

Alat uji sondir digital adalah sebuah alat yang menggunakan metode pengujian untuk menganalisa daya dukung tanah serta mengukur seberapa dalamnya lapisan tanah keras yang biasa disebut sondir. Mengetahui kedalaman tanah keras atau sondir yang akan kita jadikan sebagai pijakan untuk tiang pancang (pile) maka kontraktor dapar membuat desain yang sudah disesuaikan untuk pondasi dengan standar keamanan yang sesuai.

Karena penurunan pada tanah pada bangunan yang disebabkan tidak mampu menahan bangunan di atasnya bisa membahayakan para penghuni rumah dan struktur rumah tersebut. Banyak sudah kasus tentang banguan ambruk dikarenakan struktur tanah yang tidak diketahui. Oleh karena itu sebelum melakukan pembangunan kita harus melakukan pengujian sondir.

Jika pengujian sondir sudah dilakukan maka alat kontraktor dapat membuat desain untuk pondasi sesuau dengan karekteristik dari tanah.

Pengujian tanah bisa dilakukan langsung di tempat maupun di laboratorium. Pengujian yang dilakukan di tempat ini tentunya menggunakan alat yang sudah di sesuaikan untuk masuk ke dalam tanah, kemudian sensor akan merekam kekuatan tanah lalu akan muncul pada monitor. Setelah memonitoring hasil tadi akan menjadi penentu kelayakan dari tanah tersebut.

Lalu pengujian yang dilakukan di dalam laboratorium dengan mengambil tanah yang ada di lapangan, lalu setelah itu akan diuji kadar air, jenis tanah dll.

 

Pengujian

Syarat pengujian

  • Ketelitian dengan koreksi alat ukur 5%
  • Alat ukur wajib mampu mengukur perlawanan penetrasi pada permukaan yang dilengkapi dengan alat yang sesuai.
  • Alat mesin pembeban memiliki kekakuan yang pas, dan diletakkan pada dudukan yang kuat.

Kalibrasi

  • Kalibrasi pada semua alat ukur minimum 1 kali 3 tahun saat dibutuhkan, sesuai dengan syarat tertentu.

Cara pengujian

  • Lakukan persiapan pengujian sondir dengan tahap :
  1. Siapkan lubang, biasanya digali dengan alat seperti linggis.
  2. Memasukkan 4 buah anker ke dalam tanah dengan letak retak beban.
  3. Melakukan penyetelan rangka pembeban
  4. Lakukan pemeriksaan sistem hydraulic dengan menekan piston hydraulic menggunakan kunci piston.

 

Pengujian

Pertama pengujian dilakukan dengan menegakkan batang dalam pipa dorong pada bagian bawah penekan hidraulik kemudian dorong kunci pengatur pada kedudukan dengan tujuan agar penekan hidraulik hanya akan menekan pipa dorong. Putarlah engkol searah jarum jam, lalu pada tiap interval 20cm lakukanlah penekan batang dalam dengan cara menarik kunci pengatur. Putar engkol kembali dengan menjaga kecepatan dengan kisaran 10mm/s sampai 20mm/s.

Setelah itu lakukanlah pembacaan hasil pengujian dengan membaca nilai perlawanan konus pada penekan batang, kemudian bacalah jumlah perlawanan geser dan nilai  konus pada penekan batang sedalam 4cm kira-kira.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *