Begini Cara Kerja Strain Gauge Sensor

Alatujigeoteknik.com — Hal pertama yang harus dipahami ketika membahas Cara Kerja Strain Gauge Sensor adalah apa yang dapat sensor tersebut ukur. Strain gauge adalah sensor yang mengukur hambatan listrik secara bervariasi dengan perubahan regangan. Strain adalah deformasi atau perpindahan material yang dihasilkan dari tegangan yang diberikan.

Tegangan adalah gaya yang diterapkan pada material, dibagi dengan luas penampang material. Dirancang untuk memfokuskan tegangan melalui elemen balok dimana strain gauge berada. Strain gauge sensor mengubah gaya yang diterapkan oleh tekanan, torsi, dll. Menjadi sinyal listrik yang dapat diukur hingga ditampilkan. Gaya menyebabkan regangan, yang kemudian diukur dengan strain gauge melalui perubahan hambatan listrik.

Setelah proses pengukuran selesai, langkah selanjutnya saat menggunakan strain gauge adalah mendapatkan data yang dapat diproses. Strain gauge sensor harus terhubung ke electrical circuit yang mampu merespon perubahan resistensi tiap menitnya secara akurat yang terkait dengan regangan. Beberapa strain gauge dapat digunakan dalam monitoring jembatan untuk mengukur perubahan kecil di hambatan listrik, dan itu yang disebut Wheatstone Bridge pada cara kerja strain gauge sensor.

Apa Itu Wheatstone Bridge?

Wheatstone Bridge

Pada saat konduktor diregangkan, maka resistansinya akan meningkat. Dan jika dikompresi, maka resistansinya akan menurun. Perubahan pada hambatan ini dapat diukur dengan menggunakan Wheatstone Bridge.

Rangkaian pada wheatstone bridge nanti akan melakukan pengukuran pada hambatan listrik yang tidak diketahui (Rx) dengan melakukan penyeimbangan dengan balancing two legs of a bridge circuit. Karena, pada tiga resistor lainnya memiliki nilai yang sudah diketahui, rangkaian rangkaian tersebut dalam menyimpulkan beberapa resistensi pada titik Rx.

Dalam konfigurasi Wheatstone Bridge, tegangan eksitasi diterapkan di seluruh rangkaian, dan tegangan output diukur di dua titik di tengah jembatan. Ketika tidak ada beban yang bekerja pada sel beban, Wheatstone Bridge seimbang dan ada output tegangan nol. Setiap perubahan kecil pada material di bawah strain gauge menghasilkan perubahan resistansi strain gauge saat berubah bentuk dengan material. Hal ini menyebabkan jembatan menjadi tidak seimbang, mengakibatkan perubahan output tegangan. Seperti yang dikemukakan sebelumnya, bahwa penguatan sinyal sering kali diperlukan untuk menentukan perubahan dengan tepat. Proses amplifikasi untuk memperkuat perubahan sinyal regangan. Namun, terkadang hal tersebut juga menyebabkan banyak suara yang terdeteksi sinyal. Pengkondisian sinyal diperlukan guna menyaring kebisingan yang berlebih, supaya memastikan data yang akurat dan dapat dimengerti.

Pengujian – Pengujian Yang Menggunakan  Strain Gauge Sensor

Selain cara kerja strain gauge sensor di atas, berikut pengaplikasian strain gauge sensor, yaitu:

  • Menguji lambung kapal
  • Aplikasi pengujian kendaraan
  • Pengujian Konstruksi Jembatan, Bendungan dan Terowongan
  • Tegangan di jalur kereta api
  • Tegangan pada defleksi sayap pesawat
  • Pengujian komponen pesawat, dll.

ALATUJIGEOTEKNIK — Kami sebagai perusahaan yang bergerak pada bidang testing dan measurement untuk pengujian geoteknik, kami jual Strain Gauge Sensor berkualitas. Selain itu kami juga melayani jasa untuk instalasi pada alat uji dengan bantuan para engineering yang sudah berpengalaman.

Informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi kami melalui Whatsapp di nomor +62822-5870-6420 (Anto) & +62813-9929-1909 (Fikri)

Atau Email kami di: sales.alatujigeoteknik@gmail.com atau dapat melalui layanan live chat yang kami sediakan di pojok kanan bawah web ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *