Manfaat Alat LWD

ALATUJIGEOTEKNIK  –  Jalur kereta api adalah jalur transportasi yang penting karena harus selalu aman dan stabil digunakan. Bayangkan jika lapisan di bawah rel tidak kuat kereta cepat dan berat yang melintas akan menyebabkan rel bergeser, bergelombang, atau bahkan anjlok. Untuk mencegah hal ini, engineer kereta api perlu memastikan bahwa lapisan pondasi jalan kereta—yang disebut subgrade, lapisan sub-ballast, dan lapisan ballast—memiliki kepadatan dan daya dukung tanah yang memadai.

Untuk memastikan kepadatan subgrade, lapisan sub-ballast, dan lapisan ballast telah mencapai standar yang ditetapkan, pengujian daya dukung tanah non-destruktif sangat diperlukan. Inilah mengapa Light Weight Deflectometer (LWD) hadir menjadi solusi. LWD digunakan untuk mengukur defleksi atau kelentingan lapisan di bawah beban standar, sehingga memberikan nilai Modulus Deformasi (Evd) secara real-time yang berfungsi sebagai indikator mutlak kekokohan struktur jalan rel.

Pada artikel ini kita akan membahas manfaat alat LWD pada konstruksi jalan kereta api, seperti apa prinsip kerjanya? simak artikel berikut ini.

Baca juga : Lightweight Deflectometer, Solusi Uji Daya Dukung Tanah dengan Efisien

Kenapa Pembangunan Jalur Kereta Perlu Pengujian Daya Dukung Tanah?

Pengujian daya dukung tanah diperlukan dalam pembangunan jalan kereta api karena rel menanggung beban statis dan dinamis berat dari kereta (hingga 25-35 ton per poros) yang berulang, sehingga tanah dasar harus mampu mencegah settlement berlebih, deformasi geometri rel, atau kegagalan struktural yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.  Tanpa pengujian seperti LWD, risiko penurunan tanah lunak dapat menimbul kan biaya perbaikan tinggi, penundaan proyek, dan ketidakstabilan jalur kereta.​

Risiko Tanpa Pengujian

  • Settlement dan retak rel: Beban siklik kereta mempercepat konsolidasi tanah lemah, mengubah elevasi rel dan mengganggu operasional.​
  • Kegagalan fondasi: Tanah dengan daya dukung rendah (<300 kN/m² di lapisan atas) tidak cukup menopang struktur ballast/sub-ballast.​
  • Masalah geografis: Di Indonesia, kondisi tanah lunak atau beragam memerlukan stabilisasi (tiang pancang/soil improvement) untuk memenuhi standar Kementerian Perhubungan.​  

Apa Itu Light Weight Deflectometer?

Manfaat Alat LWD

Light Weight Deflectometer (LWD) adalah alat pengujian portable atau perangkat Non-Destructive Testing (NDT)  yang digunakan dalam bidang teknik sipil, khususnya konstruksi pembangunan jalan yang digunakan untuk mengukur kekuatan struktural, kepadatan, serta deformabilitas lapisan tanah granular, subgrade, atau perkerasan jalan.

Berikut fungsi light weight deflectometer : 

  1. Mengukur Lendutan (Defleksi) Permukaan Perkerasan: Alat ini mengukur seberapa besar lendutan (penurunan vertikal) yang terjadi pada permukaan lapisan perkerasan jalan (atau tanah dasar/lapisan fondasi) akibat beban kejut yang diberikan.
  2. Menentukan Kekuatan Struktural: Lendutan yang diukur tersebut kemudian digunakan untuk menghitung parameter penting, seperti Modulus Deformasi Dinamis (Evd). Nilai Evd ini merupakan indikator utama kekuatan struktural dan daya dukung lapisan tersebut.
  3. Pengendalian Kualitas (Quality Control): LWD banyak digunakan untuk menguji pemadatan lapangan pada pekerjaan tanah, timbunan, dan lapisan fondasi agregat selama masa konstruksi jalan.

Prinsip Kerja Light Weight Deflectometer Pada Pengujian Jalan Kereta 

Langkah pengujian LWD pada jalan rel kereta api pada prinsipnya sama dengan pengujian lapisan granular jalan, tetapi disesuaikan dengan kondisi lapisan ballast dan akses di jalur rel. Tujuannya adalah memastikan kepadatan dan daya dukung ballast cukup terhadap beban roda  kereta serta seragam sepanjang lintasan.​

Persiapan Lokasi dan Alat :

  • Pilih titik uji di atas ballast (misal grid tiap 5–10 m), pastikan permukaan cukup rata dan tidak ada batu lepas besar yang mengganggu kontak plat.​
  • Lakukan pengecekan harian (daily checking): kalibrasi geophone dengan standar, cek level beban LWD dengan load cell standar, pastikan deviasi <7,5%.​
  • Catat identitas titik (KM/stasiun, koordinat, kondisi lapisan ballast, tebal lapisan dan kondisi drainase sekitar) sebagai data pendukung interpretasi.​

Pelaksanaan Pengujian di Ballast :

  • Letakkan plat beban LWD di atas ballast dan, bila perlu, lakukan perataan lokal tipis agar kontak plat seragam tanpa mengubah struktur ballast secara signifikan.​
  • Jatuhkan beban beberapa kali sebagai “preloading” lalu lakukan 3–5 tumbukan pengukuran; rekam besar beban dan lendutan untuk tiap tumbukan.​
  • Ulangi prosedur di setiap titik grid sepanjang jalur sehingga diperoleh peta nilai lendutan dan modulus elastisitas Evd untuk lapisan ballast.​

>>LINK PRODUK LIGHT WEIGHT DEFLECTOMETER<<

ALATUJIGEOTEKNIK – sebagai perusahaan yang bergerak dibidang control dan monitoring system, kami menjual light weight deflectometer  dengan harga dan kulitas terbaik. Selain itu, kami juga menyediakan jasa pengujian daya dukung tanah pada perusahaan kereta api dan konstruksi lainnya. Informasi lebih lanjut atau konsultasi terkait alat dan jasa ini, silahkan hubungi kami di whatsapp melalui :