Metode pengujian untuk menentukan daya dukung tanah di lapangan terus berkembang seiring meningkatnya kompleksitas bangunan. Sebagai tahap awal, uji in situ yang sederhana seperti vane shear test dapat digunakan untuk memberi indikasi kuat geser in situ pada tanah lunak. Namun, para engineer sudah mengembangkan alat uji in situ untuk menentukan daya dukung tanah di lapangan. Inovasi ini melahirkan teknologi Piezocone atau yang lebih dikenal dengan CPTu, sebuah alat elektronik canggih yang mampu memberikan data jauh lebih mendalam dibandingkan alat sondir konvensional. ingin tahu apa saja fungsinya? dan bagaimana cara kerjanya? simak artikel berikut ini.
Baca juga : CPTU Metode Untuk Menentukan Daya Dukung Tanah
Apa Itu CPTu? Definisi dan Komponen Sistem
Alat uji daya dukung tanah in situ yang biasanya digunakan adalah CPTu. Secara teknis, CPTu adalah alat uji tahanan konus yang diberi sensor khusus, lalu dimasukkan ke dalam tanah untuk mendapatkan pembacaan nilai end bearing (qc), sleeve friction (fs) dan tekanan air pori (u). Berbeda dengan sistem manual, CPTu bekerja secara terintegrasi dengan digital. Alat ini didukung dengan kelengkapan berupa depth syncroniser, computer interface box, kabel transmisi dan PC Notebook. Sinergi antar komponen ini memungkinkan data diambil dengan presisi tinggi secara real-time.
Cara Kerja

Proses akuisisi data dilakukan secara otomatis sepanjang proses penetrasi. Selama pengujian, sensor-sensor yang terletak di dalam konus dan depth syncroniser akan menghasilkan sinyal-sinyal yang kemudian ditransmisikan melalui kabel menuju alat yang disebut interface box. Interface box kemudian mengolah sinyal-sinyal tersebut menjadi data output yang dapat dilihat di komputer dengan bantuan suatu software dalam bentuk grafik yang memperlihatkan hubungan antara tahanan ujung (qc), gesekan selimut (fs), dan tekanan air pori (u) terhadap kedalaman. Grafik real-time ini memungkinkan engineer untuk “melihat” profil tanah secara utuh tanpa ada lapisan yang terlewatkan.
Fungsi Spesifik Parameter CPTu

Setiap parameter yang dihasilkan oleh sensor CPTu memiliki fungsi vital dalam analisis geoteknik:
End Bearing(qc): Berfungsi mengukur kekuatan dan kepadatan tanah untuk menentukan daya dukung ujung pondasi.
Sleeve Friction (Fs): Berfungsi mengukur gaya adhesi tanah yang digunakan untuk menghitung kapasitas dukung lateral (geser) tiang pondasi.
Pore Water Pressure (u): Parameter ini berfungsi untuk mengidentifikasi stratifikasi tanah yang sangat tipis, melakukan koreksi terhadap nilai tahanan konus, serta mengevaluasi karakteristik drainase tanah.
Informasi yang dikumpulkan oleh sistem CPTu memberikan gambaran menyeluruh bagi perencana konstruksi. Hasil pengujian CPTu dapat di-interpretasi terhadap jenis tanah, berat volume tanah, koefisien lateral tanah, kuat geser tanah dan kompresibilitas tanah. Dengan data yang komprehensif ini, risiko kegagalan struktur akibat kesalahan analisis tanah dapat diminimalisir, dan desain pondasi dapat dibuat lebih efisien serta ekonomis.
ALATUJIGEOTEKNIK – sebagai perusahaan yang bergerak dibidang control dan monitoring system, kami menjual mesin CPTU dengan harga dan kulitas terbaik. Selain itu, kami juga menyediakan jasa sondir CPTU pada perusahaan dan konstruksi lainnya. Informasi lebih lanjut atau konsultasi terkait alat dan jasa pemasangan ini, silahkan hubungi kami di whatsapp:


