Structural health monitoring system ( SHMS )

Alatujigeoteknik.com – Structural health Monitoring  System  ( SHMS ) adalah suatu proses monitoring informasi keamanan dan kondisi dari sebuah infrastruktur seperti terowongan, jembatan, gedung, dan bendungan dengan menggunakan instrument khusus. Tujuan melakukan pengujian SHMS pada infrastruktur adalah :

  • Memantau secara berkala terus menerus kondisi kesehatan pada struktur
  • Sedini mungkin untuk mengetahui gejala – gejala abnormal yang mungkin dapat terjadi.
  • Mendata perilaku massa yang diberikan oleh struktur
  • Sebagai sumber data yang dipakai untuk menganalisa ketika ingin mengambil keputusan dalam tindakan perawatan pada infrastruktur

Pengujian SHMS sangat penting karna menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat dan juga dapat mempengaruhi sektor ekonomi.

Inilah beberapa faktor yang diuji dalam SHMS :

  • Loading test dan statis
  • Mengukur getaran yang terjadi pada jembatan
  • Memonitor distribusi gaya – gaya pada infrastruktur saat menerima gaya beban
  • Memonitoring pengaruh pada lingkungan sekitar terhadap infrastruktur

Proses kerja Structural  health Monitoring  System ( SHMS ) dijalankan  dengan menempatkan sensor di titik yang telah ditentukan, lalu data yang didapatkan dari sensor – sensor ini akan diproses oleh instrumen TMR Interface Module, data ini akan ditampilkan di layar led. hasil dari monitoring ini dapat dilakukan secara langsung di titik pengujian ataupun secara online, dengan memonitoring online kita bisa mengawasi proses SHMS dari tempat yang berbeda.

Inilah sensor yang digunakan di dalam pengujian SHMS :

  • Akselerometer

Accelerometer berguna untuk mengukur getaran yang terjadi pada struktur ketika diberikan perlakuan pada saat pengujian

 

  • Transduser perpindahan

Displacement transducer berguna untuk mengukur pergesekan atau perpindahan dari suatu objek. Dengan Displacement transducer ini kita bisa mengetahui seberapa besar perpindahan dari suatu struktur ketika dilakukan perlakuan tertentu ketika pengujian.

  • Transduser regangan

Strain transducer berguna untuk dapat mengukur regangan pada sebuah infrastruktur.

 

  • Sensor Kemiringan

Tilt sensor berfungsi untuk mengukur kemiringan terhadap dua sumbu.

 

  • Sensor temperatur

Temperature sensor berguna untuk mengukur suhu di lokasi pengukuran atau di struktur yang  diukur, pengukuran temperature berguna untuk menjadi pembanding terhadap hasil daro pengukuran sensor lainnya sehingga dapat dinilai pengaruh suhu pada suhu yang diuji.

 

 

PT TESTINDO STRUCTURAL HEALTH MONITORING SYSTEM UJI SOLUSI   UNTUK ANDA

Sebagai perusahaan yang mempunyai pengalaman di dalam pengerjaan sistem integrator dan supplier data acquisition system/online monitoring/data logger, dan juga test beserta measurement products. Kami memiliki engineering yang sudah berpengalaman dalam banyak record proyek dari tahun 2006 seperti :

 

  • Monitoring secara online pada Jembatan Mahkota II ( Structural Health Monitoring System atau SHMS ), di Samarinda – Kalimantan Timur, pada tahun 2017.
  • Monitoring secara online pada Jembatan Merah – Putih ( Structural Health Monitoring System atau SHMS ), di Ambon – Maluku, pada tahun 2016.

 

  • Monitoring online di Jembatan Kamojang (Structural Health Monitoring System atau SHMS), Bandung – Jawa Barat, tahun 2016.

 

  • Pemantauan online di Jembatan Kukar, di Tenggarong – Kalimantan Timur, pada tahun 2015.

 

  • Monitoring secara online pada Jembatan Tayan, di Pontianak – Kalimantan Barat, pada tahun 2015

 

  • Design dan Memonitoring kecepatan angin & Director at Toll Bali (2013)

 

  • Desain Online Monitoring pada Jembatan Suramadu, pada tahun 2007 – 2009.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *