Perbedaan Accelerograph & Seismometer

ALATUJIGEOTEKNIK – Pemantauan getaran tanah merupakan hal yang sangat penting. Dua alat yang paling sering digunakan untuk tujuan ini adalah accelerograph dan seismometer. Keduanya sama-sama digunakan untuk merekam aktivitas seismik, tetapi memiliki fungsi, karakteristik, dan aplikasi yang berbeda.

Memahami perbedaan accelerograph dan seismometer sangat penting, terutama bagi konsultan geoteknik, kontraktor, perusahaan tambang, universitas, maupun instansi pemerintah seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang menggunakan kedua alat ini dalam sistem monitoring gempa bumi.

Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap perbedaan, fungsi, dan penggunaan accelerograph dan seismometer untuk membantu Anda memilih alat yang sesuai dengan kebutuhan.

Baca juga : Faktor yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memasang Seismometer

Apa Itu Accelerograph?

Accelerograph adalah alat yang digunakan untuk mengukur percepatan gerakan tanah (ground acceleration) akibat gempa bumi, getaran konstruksi, maupun aktivitas lainnya. Accelerograph dirancang khusus untuk merekam getaran kuat atau strong motion. Alat ini mampu mencatat seberapa besar percepatan yang terjadi saat tanah mengalami guncangan.

Data yang dihasilkan accelerograph sangat penting dalam bidang teknik sipil dan geoteknik, terutama untuk:

  • Analisis bangunan tahan gempa
  • Monitoring getaran gedung
  • Monitoring jembatan
  • Monitoring bendungan
  • Monitoring getaran akibat blasting tambang
  • Monitoring proyek konstruksi

Output utama accelerograph : Percepatan tanah dalam satuan gal atau m/s². Salah satu metrik paling vital yang direkam oleh alat ini adalah PGA (Peak Ground Acceleration). Nilai PGA ini sangat penting bagi engineer sipil untuk memastikan desain bangunan mematuhi standar keamanan, seperti SNI Gempa.

Cara Kerja Accelerograph

Accelerograph menggunakan sensor accelerometer (biasanya tipe MEMS atau Force Balance). Alat ini tidak mengukur perpindahan posisi secara langsung, melainkan mengukur gaya yang bekerja pada massa saat terjadi percepatan secara mendadak.

Apa Itu Seismometer?

Seismometer adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan merekam gerakan tanah dengan sensitivitas sangat tinggi, termasuk getaran yang sangat kecil. Seismometer mampu merekam gelombang seismik dari gempa bumi lokal maupun gempa yang terjadi sangat jauh dari lokasi alat.

Alat ini digunakan untuk berbagai keperluan seperti:

  • Monitoring gempa bumi
  • Menentukan lokasi episenter gempa
  • Menentukan magnitudo gempa
  • Penelitian geofisika
  • Monitoring aktivitas gunung api
  • Studi struktur bawah permukaan bumi

Output utama seismometer: Kecepatan (velocity) atau perpindahan (displacement) gerakan tanah. Seismometer biasanya dipasang di stasiun pemantauan gempa terpencil atau lokasi penelitian geofisika yang jauh dari kebisingan aktivitas manusia (noise).

Cara Kerja Seismometer

Seismometer bekerja dengan sistem force-feedback. Ketika tanah bergerak, massa di dalam alat cenderung tetap diam karena inersia. Sensor kemudian mendeteksi pergerakan relatif antara alat dan massa tersebut.

Perbedaan Utama Accelerograph dan Seismometer

Perbedaan utama antara accelerograph dan seismometer terletak pada fokus pengukuran dan tujuan penggunaannya. Accelerograph digunakan untuk mengukur percepatan getaran kuat dan fokus pada analisis dampak getaran terhadap struktur bangunan. Alat ini sangat penting dalam dunia teknik sipil, konstruksi, dan geoteknik karena membantu menentukan apakah suatu bangunan aman terhadap gempa atau getaran.

Sebaliknya, seismometer digunakan untuk mendeteksi dan mempelajari aktivitas gempa bumi secara umum. Alat ini memiliki sensitivitas yang jauh lebih tinggi dibanding accelerograph dan mampu merekam getaran kecil yang bahkan tidak dirasakan manusia.Dengan kata lain, accelerograph digunakan untuk analisis rekayasa teknik, sedangkan seismometer digunakan untuk analisis seismologi dan penelitian gempa bumi.

 Accelerograph dan seismometer merupakan alat penting dalam monitoring getaran dan gempa bumi. Accelerograph digunakan untuk mengukur percepatan getaran kuat dan fokus pada analisis dampak terhadap struktur bangunan. Seismometer digunakan untuk mendeteksi dan menganalisis gempa bumi dengan sensitivitas tinggi.

Jika tujuan Anda adalah monitoring getaran konstruksi, bangunan, atau tambang, maka accelerograph adalah pilihan terbaik.  Namun jika tujuan Anda adalah monitoring gempa bumi dan penelitian geofisika, maka seismometer adalah alat yang tepat.

>>LINK PRODUK ACCELEROGRAPH<<

ALATUJIGEOTEKNIK – sebagai perusahaan yang bergerak dibidang control dan monitoring system, kami menjual accelerograph dan seismomter dengan harga dan kulitas terbaik. Selain itu, kami juga menyediakan jasa instlasi dan monitoring geophone dan seismometer pada konstruksi lainnya. Informasi lebih lanjut atau konsultasi terkait alat dan jasa pemasangan accelerograph dan seismometer  ini, silahkan hubungi kami di whatsapp melalui :