Mayoritas bendungan di Indonesia dibangun menggunakan tipe urugan, baik urugan tanah maupun urugan batu, karena menyesuaikan dengan kondisi geologi serta ketersediaan material lokal. Namun, bendungan tipe ini memiliki risiko tinggi terhadap rembesan dan longsoran, di mana rembesan bahkan menjadi penyebab utama kegagalan bendungan dengan kontribusi sekitar 25% dari total kasus kegagalan. Risiko kegagalan ini paling besar terjadi pada masa awal operasional bendungan, sehingga proses perencanaan dan monitoring sejak dini menjadi sangat penting untuk memahami perilaku bendungan terhadap tekanan air dan aliran rembesan.

Seiring berkembangnya desain bendungan yang semakin kompleks, kebutuhan akan sistem monitoring yang akurat juga semakin meningkat. Berbagai instrumen digunakan untuk memantau kondisi bendungan, khususnya untuk mengukur debit rembesan yang menjadi indikator utama keamanan struktur. Data rembesan ini sangat penting untuk evaluasi stabilitas, analisis keamanan, dan pengambilan keputusan teknis guna mencegah potensi kegagalan bendungan.

Dalam kondisi tersebut, V-Notch hadir sebagai solusi yang efektif  untuk mengukur dan memantau debit rembesan secara akurat. Dengan kemampuannya dalam mendeteksi aliran air secara presisi, V-Notch membantu engineer memperoleh data penting yang dibutuhkan untuk memastikan keamanan, stabilitas, dan kinerja bendungan dalam jangka panjang. Pada artikel ini kita akan mengulas V-Notch pada Bendungan, mau tau bagaimana cara kerjanya? apa saja fungsinya? simak artikel berikut ini.

Baca juga : Dam Monitoring System Memantau Kondisi Bendungan Secara Otomatis 

Apa Itu V-Notch ?

V-Notch Bendungan

V-Notch adalah salah satu jenis alat ukur debit air yang digunakan untuk mengukur aliran air dengan tingkat akurasi tinggi, terutama pada debit kecil hingga menengah. V-Notch memiliki bentuk bukaan menyerupai huruf “V” dengan sudut tertentu, biasanya 90°, 60°, atau 45°, yang dipasang pada sebuah pelat tipis (notch plate). Alat ini banyak digunakan pada bendungan, saluran irigasi, laboratorium hidrolika, serta berbagai proyek geoteknik dan sumber daya air.

Dalam konteks bendungan, V-Notch berfungsi sebagai bagian dari sistem monitoring hidrologi untuk mengetahui jumlah air yang mengalir melalui saluran tertentu, seperti saluran rembesan (seepage channel), spillway kecil, maupun saluran pengamatan.

Fungsi Utama V-Notch Pada Bendungan

Memasang Instrumen V-Notch memiliki banyak fungsi penting, berikut adalah fungsi fungsinya :

1. Mengukur Debit Rembesan (Seepage)

Secara teknis, semua bendungan pasti mengalami rembesan (air yang melewati tubuh bendungan). Yang menjadi masalah adalah jika volume rembesan tersebut meningkat secara drastis atau membawa material tanah.

  • V-Notch ditempatkan di saluran pengumpul rembesan untuk mengukur volume air yang keluar secara presisi.
  • Jika debit air yang melewati V-Notch meningkat tiba-tiba, itu adalah sinyal bahaya bahwa ada potensi kebocoran besar atau kerusakan internal.

2. Akurasi Tinggi pada Debit Rendah

Kenapa bentuknya harus “V” dan bukan kotak atau bulat?

  • Pada aliran air yang kecil (seperti rembesan), perubahan ketinggian air pada bentuk “V” jauh lebih mudah diamati dan diukur dibandingkan pada lubang yang lebar.
  • Bentuk ini memberikan sensitivitas tinggi, sehingga perubahan debit sekecil apa pun akan langsung terlihat pada skala ketinggian air (head).

3. Deteksi Dini Kerusakan Struktur

Dengan memantau data dari V-Notch secara berkala, pengelola bendungan bisa melakukan analisis:

  • Kondisi Normal: Debit stabil sesuai dengan tinggi muka air waduk.
  • Kondisi Anomali: Debit meningkat meskipun tinggi air waduk tetap, atau air rembesan terlihat keruh (menandakan adanya erosi di dalam bendungan).

4. Mendeteksi Erosi Internal (Piping)

Ini adalah fungsi “visual” yang paling vital. Air rembesan yang melewati V-Notch seharusnya jernih.

  • Jika air terlihat keruh atau membawa sedimen (tanah): Ini menandakan telah terjadi erosi di dalam tubuh bendungan. Tanah atau material inti bendungan mulai terbawa arus rembesan.
  • Jika dibiarkan, lubang kecil di dalam bendungan akan membesar seperti pipa (piping), yang merupakan penyebab utama keruntuhan bendungan tipe urugan.

5. Titik Pengambilan Sampel Uji Kimia

V-Notch adalah tempat terbaik untuk mengambil sampel air rembesan guna mendeteksi kontaminasi kimia yang bisa merusak struktur:

  • Analisis Kandungan Mineral: Jika air rembesan mengandung kadar semen atau mineral tertentu yang tinggi, itu bisa berarti air mulai mengikis (melarutkan) bagian beton atau injeksi semen (grouting) di dalam bendungan.
  • Tingkat Keasaman (pH): Perubahan pH air yang drastis bisa menjadi indikasi adanya reaksi kimia yang tidak diinginkan di dalam material bendungan yang bisa memicu korosi pada baja tulangan.

6. Indikator Pencemaran Lingkungan

Karena V-Notch mengumpulkan air yang merembes melalui fondasi dan tubuh bendungan, alat ini bisa mendeteksi apakah bendungan “menyerap” polutan dari luar atau apakah ada material berbahaya yang bocor dari struktur bendungan itu sendiri ke lingkungan sekitar di area hilir.

Prinsip Kerja V-Notch

V-Notch bekerja berdasarkan prinsip antara tinggi muka air (head) dengan debit aliran. Ketika air mengalir melalui bukaan berbentuk V, tinggi air di atas puncak notch akan diukur menggunakan alat ukur seperti mistar ukur atau sensor water flow meter. Semakin tinggi muka air, semakin besar debit yang mengalir. Nilai debit dihitung aliran berdasarkan tinggi air menggunakan rumus seperti Persamaan Francis. . Karena bentuknya segitiga, V-Notch memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan debit kecil, sehingga sangat cocok untuk monitoring rembesan bendungan.

Keunggulan Penggunaan V-Notch

Penggunaan V-Notch pada bendungan memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya adalah tingkat akurasi yang tinggi, terutama untuk debit kecil. Hal ini sangat penting dalam monitoring rembesan, karena perubahan kecil dapat menjadi indikator awal masalah serius.

Selain itu, V-Notch memiliki desain yang sederhana, mudah dipasang, dan tidak memerlukan perawatan yang rumit. Alat ini juga memiliki biaya yang relatif lebih ekonomis dibandingkan sistem pengukuran debit lainnya. Keunggulan lainnya adalah kemampuan monitoring jangka panjang. V-Notch dapat digunakan secara terus-menerus untuk memantau kondisi bendungan selama masa operasional.

Memperkenalkan UFL9000 Open Channel Flow Meter

V-Notch Bendungan

UFL9000 Open Channel Flow Meter adalah sensor yang digunakan untuk mengukur aliran melalui debit saluran terbuka adalah dengan mengukur ketinggian atau HEAD cairan saat melewati suatu penghalang (berupa flume atau V-notch) di dalam saluran tersebut.

Kelebihan

  • Mudah untuk di instalasi
  • Mudah untuk menentukan debit aliran dengan persamaan (rumus) yang tepat.
  • Parshall flume menghasilkan kehilangan tinggi tekan (head loss) seperempat kali lebih kecil dibandingkan weir (ambang) yang dirancang untuk menangani rentang aliran yang sama.
  • Parshall flume tetap akurat dalam berbagai macam kondisi lapangan.

>>LINK PRODUK SENSOR FLOW METER<<

ALATUJIGEOTEKNIK – sebagai perusahaan yang bergerak dibidang control dan monitoring system, kami menjual alat Flow meter V- Notch dengan harga dan kulitas terbaik. Selain itu, kami juga menyediakan jasa instalasi dan monitoring pada Bendungan dan konstruksi lainnya. Informasi lebih lanjut atau konsultasi terkait alat dan jasa pemasangan  ini, silahkan hubungi kami di whatsapp: